Sunday, February 28, 2010

Kondom Bocor (Pori Pori Kondom) dan HIV AIDS

Posting blog "dolly surabaya" kali ini akan membahas "pori-pori kondom/kondom bocor". Ya selama ini kita tak menyadari bahan kondom adalah latex karet yang mudah melar. Jadi disaat melar itu pori-pori kondom membuka. Ukuran sperma dan virus Aids pun sangat kecil. Bahkan sekali sperma memancar ada berjuta-juta jumlahnya. Saya sempat tertawa ada orang yang mengetes kebocoran kondom dengan mengisinya air lalu melihatnya dengan mata telanjang. Lalu dia menyimpulkan air tidak merembes/tidak ada kebocoran. hehehe...memang mata telanjang bisa melihat......pori-pori itu?.

Banyak pihak mengatakan bahwa kondom dapat mencegah penularan HIV/AIDS. Karena dengan anggapan tersebut, mereka menyarankan untuk memakai kondom bagi orang-orang yang suka “jajan”. Menggunakan kondom dianggap melakukan sex yang aman. Padahal pemakaian kondom bukanlah pemecahan masalah penularan HIV / AIDS.

Menurut Mann pada tahun 1993, AIDS merupakan penyakit prilaku (life style). Ini bisa dilihat dari banyaknya kasus AIDS di daerah yang banyak pergaulan bebas dan pemakai narkoba dengan jarum suntik. Karena AIDS merupakan penyakit prilaku maka cara mengatasinya adalah dengan mengubah prilaku tersebut bukan dengan kondomisasi.

Menurut para ahli, penggunaan kondom tidak menjamin 100% aman dari penularan HIV / AIDS. Kondom hanya dapat mengurangi risiko penularan HIV (Mann 1993, Hiroshi Nakajima 1993, Harvard AIDS Institut 1995). Dari hasil penelitian ternyata tingkat keamanan kondom hanya berkisar 70 – 74%. Ini berarti 30 % pengguna kondom berisiko tertular HIV.

Dari penelitian Lytle dan kawan-kawan didapatkan masuknya virus HIV ke dalam kondom yang telah dipakai. Ada juga penelitian yang mengatakan dari 89 kondom yang ditest ternyata 29 kondom mengalami kebocoran mikroskopis (Carey dan kawan-kawan 1992).

Mengapa pengguna kondom masih dapat tertular HIV? kondom dibuat dari bahan latek yang bisa meregang pada saat digunakan.Pada saat meregang, maka terjadi perubahan pori-pori dari kondom sehingga bertambah besar. Ukuran pori-pori kondom saat meregang adalah 1/60 mikron. Virus HIV mempunyai ukuran 1/250 mikron sehingga lebih kecil dari pori-pori kondom dan dapat melewati kondom.

Oleh karena itulah penggunaan kondom tidak dapat mencegah HIV /AIDS. Dengan cara mengubah prilaku yang sehat dan agamis serta setia pada pasangannya, kita dapat mencegah HIV / AIDS.

Lalu apa PSK Dolly Surabaya mengetahui hal ini, bahwa "kondom ber pori-pori". Apa mereka suka membaca buku sehingga mereka mengetahuinya. Kan di SD pada PSK ini pernah melihat apa yang namanya Miskroskop, alat optik untuk memperbesar ukuran subyek.

sumber: http://dokter-medis.blogspot.com

PSK Surabaya Pengindap HIV AIDS Bergerilya

Awas, hati-hati "PSK Surabaya Pengindap HIV AIDS" bisa saja anda temui di lokalisasi surabaya. Karena mereka selalu berpindah lokalisasi sebelum dikenal oleh pelanggan wisma di seputaran surabaya. Nama PSK Surabaya ini bisa diganti-ganti/samaran. Meski PSK cantik, tetapi sudah terkena HIV AIDS, waw..takut..!

Mia, PSK Pengidap HIV Aids yang Beroperasi di Tempat Hiburan Malam ingin Wujudkan Impian sebelum Maut Menjemput. Laki-laki yang suka “jajan" mungkin akan kaget begitu membaca kisah Mia (nama samaran, Red) ini. Begitu pula dengan orang yang pernah merampok dan memerkosa dia bulan lalu. Sebab, "wanita penghibur" berparas cantik yang biasa mangkal di tempat-tempat hiburan malam itu ternyata mengidap virus HIV.

KARDONO SETYORAKHMADI

SEKILAS tak tampak bahwa Mia termasuk pasien ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Wajahnya selalu terlihat riang dengan dandanan yang menor. Pembawaannya juga lincah dan energik.

Tapi, bila permukaan kulit putihnya dicermati betul, terutama di lengan dan kaki, akan tampak tanda-tanda fisik bahwa Mia terinfeksi virus HIV. Di kedua bagian tubuhnya itu kini terlihat bintik-bintik hitam, salah satu tanda orang mengidap HIV/AIDS.

“(Bintik-bintik) itu karena saya mengonsumsi obat viral (obat penambah sel darah putih, Red). Efeknya memang seperti ini,” jelas wanita kelahiran 25 tahun tersebut ringan.

Kepada Jawa Pos, Mia berterus terang bahwa dirinya kini menjadi pasien HIV dan seminggu sekali harus kontrol di Unit Perawatan Intermidiet Penyakit (UPIPI) RSU dr Soetomo. Dia diketahui tertular virus mematikan tersebut sejak 2006.

“Memang seperti itu keadaannya. Yang penting, hidup harus jalan terus,” ujarnya tenang seolah-olah ingin menunjukkan bahwa HIV/AIDS boleh saja menggerogoti tubuhnya, namun tidak untuk semangat hidupnya.

Awalnya, Mia mengeluh karena batuk tak sembuh-sembuh. “Tiga bulan batuk saya tidak sembuh-sembuh. Kemudian, saya mengalami sesak napas. Aduh, rasanya mau mati saja,” ungkapnya.

Sejak itu, berat badan Mia turun drastis. Tubuhnya kurus dan dia gampang sakit. Oleh seorang kawannya, Mia lalu dipertemukan dengan Liliek Sulistyowati, pengelola Yayasan Abdi Asih, LSM yang wilayah geraknya di kawasan merah Gang Dolly dan sekitarnya. Mbak Vera -sapaan Liliek Sulistyowati- pun cukup kaget mendengar keluhan yang dilontarkan Mia. Dia langsung membawa Mia ke RSU dr Soetomo untuk mendapatkan diagnosis dokter.

“Saya sudah curiga bahwa Mia terkena HIV. Sebab, gejala-gejalanya memang seperti itu,” kata perempuan yang sering mengurusi ODHA dan para PSK marginal tersebut.

Kecurigaan Mbak Vera benar. Mia dinyatakan positif HIV. Mia pun disarankan rajin kontrol serta mengonsumsi obat viral untuk membantu melawan virus yang menghancurkan kekebalan tubuh tersebut. Mia sangat terpukul begitu mendengar vonis dokter itu. “Saya seperti divonis hukuman mati,” tegasnya.

Mia merasa seolah-olah garis hidupnya sudah dibatasi untuk tidak berlama-lama lagi di dunia. Dia pun sempat putus asa. Seminggu dirinya mengurung diri di kamar kos, tak punya gairah hidup lagi.

Tapi, kesadarannya tentang kematian yang sering muncul di benaknya membuat dirinya terpacu kembali untuk melanjutkan sisa hidupnya. “Waktu hidup saya mungkin singkat. Tapi, saya tak ingin menyia-nyiakannya,” ujarnya.

Dia kemudian berusaha menata hidupnya di jalan yang benar. Namun, berkali-kali melamar pekerjaan halal, Mia selalu ditolak. “Tak ada yang ingin mempekerjakan mantan PSK, apalagi pengidap HIV,” ungkapnya sedih.

Bahkan, untuk mencari tempat kos saja, Mia sering ditolak. “Saya sudah tiga kali diusir pemilik kos. Pertama di Kembang Kuning, kemudian di Putat Jaya, dan terakhir di Dukuh Kupang Timur. Pemilik kos takut begitu mengetahui saya menderita HIV.”

Sekarang, wanita asal Palembang tersebut tinggal di sebuah tempat kos bertarif Rp 250 ribu per bulan di kawasan Dukuh Kupang. “Pemiliknya belum tahu bahwa saya ODHA. Kalau tahu, mungkin saya diusir lagi,” katanya seraya meminta agar tidak menyebutkan persis alamat kosnya sekarang.

Meski uang kos ditanggung Mbak Vera, ternyata Mia tetap tak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya. Maka, dia memutuskan tetap menjajakan diri lagi. Kali ini, wilayah operasinya semakin luas. Mulai diskotek, kafe, hingga hotel-hotel berbintang. “Saya tak ingin menetap di satu tempat, biar tidak gampang dihafal pelanggan,” jelasnya.

Meski fisiknya digerogoti virus mematikan, Mia ternyata tetap menarik perhatian para lelaki hidung belang. Sebab, penampilannya tak menunjukkan seperti orang yang sedang menderita penyakit berbahaya tersebut. “Tapi, saya tahu diri. Sejak sakit, saya sudah membatasi hanya akan menerima tamu, paling banyak tujuh orang dalam seminggu. Sekarang saya gampang capai,” katanya.

Tidak takut menulari pelanggan? Mia mengaku selalu menggunakan kondom saat berhubungan badan. “Ya, itu usaha saya biar tidak menulari tamu,” tegasnya.

Bukankah kondom tak menjamin pemakainya steril dari kemungkinan tertular virus HIV? Mia mengangkat bahu. “Kalau itu, isi di luar tanggung jawab percetakan,” katanya berkelakar.

Cobaan hidup, tampaknya, selalu dekat dengan Mia. Buktinya, sekitar sebulan lalu, dia dirampok oleh tamu yang mem-booking-nya di sebuah hotel. “Waktu itu hari Jumat. Saya ingat betul itu,” ujarnya.

Sebenarnya Mia sudah curiga pada tamu yang berpotongan cepak tersebut. “Dia bilang mau booking sampai pagi, tapi lagaknya seperti orang tak punya uang,” katanya.

Kecurigaan itu terbukti. Tamu tersebut merampok dirinya. Saat itu, kata Mia, tangan dan kakinya diikat di kasur. Setelah itu, si tamu dengan leluasa menggagahi dirinya. Usai menyalurkan hasrat, tamu tak dikenal tersebut merampas HP Nokia 1600 dan uang Rp 3,5 juta milik Mia. “Padahal, uang itu akan saya pakai untuk modal usaha,” jelasnya.

Dia ditinggalkan dalam keadaan terikat di kamar hotel, sebelum berhasil membebaskan diri dan melapor ke pihak hotel.

Meski menjadi korban perampokan dan perkosaan, Mia masih bisa tertawa pasca kejadian itu. “Sebab, saat memerkosa saya, dia tidak memakai kondom. Jadi, dia memang dapat HP dan uang saya, tapi juga dapat virus HIV. Biar matek,” tegasnya bernada jengkel.

Dia mengaku akan terus menjadi PSK sampai mempunyai modal yang cukup untuk membuka usaha yang halal. “Kalau tidak punya usaha apa-apa, saya mau makan apa? Apalagi, dengar-dengar, dokter Soetomo (RSU dr Soetomo, Red) berniat menghilangkan pemberian obat viral gratis itu kepada penderita HIV. Jadi, saya harus kerja lebih keras.”

Kendati kini menjadi pasien HIV, Mia masih menyimpan cita-cita hidup. “Saya ingin nikah. Kebetulan, ada seorang pria yang tak mempermasalahkan kondisi dan masa lalu saya dan bersedia menikahi saya,” ungkapnya sedikit malu-malu.

Kapan targetnya? “Saya ingin menikah tahun ini karena umur saya sudah 25 tahun,” ujarnya.

Selain menjadi ibu rumah tangga, Mia bertekad mandiri dan ingin mempunyai usaha halal. “Entah itu salon, warung, atau apa sajalah,” katanya.

Dua cita-cita itulah yang menguatkan semangatnya menghadapi gerogotan virus penyakit mematikan tersebut. “Doakan ya, semoga saya bisa mewujudkan kedua cita-cita itu sebelum mati nanti,” ujarnya dengan nada pilu. (ari)

Dikutip dari Jawapos Kamis, 14 Feb 2008,

Friday, February 26, 2010

Sejarah Gang Dolly

Sampai sekarang orang yang membuat berita tentang "sejarah gang dolly" sabanyak 37.000 buah posting, dan memang blog dolly surabaya ini mendapat peringkat urutan 1 - 10 dari sekitar 37,600 hasil penelusuran untuk sejarah dolly. (0.17 detik). Waw, semakin banyak ya yang membicarakan Dolly/doly/doli ini !.

Kembali ke pokok sejarah dolly yaitu adalah bisnis maksiat, bisnis kotor penih resiko penularan penyakit kelamin yang di kembangkan oleh "tante dolly" seorang keturunan Belanda dan berdiri sejak zaman belanda itu.

Maka kalau ini sudah ada sejak Belanda dan didirikan oleh wanita kerurunan Belanda, maka orang Surabaya tidak boleh di salahkan sebagai pendiri "tempat mesum surabaya" ini. Tapi jika anda menyalahkan para calo, broker, atau perantara WTS/PSK yang mendukung prostitusi ini maka saya setuju.

Kita gak sadar Kalau Belanda pernah menguasai Surabaya 350 tahun, banyak gedung-gedung dan bangunan kuno hasil peninggalan mereka, dan salah satunya adalah (Dolly Surabaya) ini. 350 tahun adalah waktu yang tidak pendek, jika orang kawin pada umur 25 thn dan punya anak, maka 350/25 = 14 generasi. Jadi selama Belanda tinggal di Indonesia, ini waktu yang cukup untuk melahirkan 14 generasi. Kita hidup paling tidak mengenal 4 generasi, kita, bapak kita, kakek kita dan buyut kita.

Ya, itu fungsi mengetahui sejarah, dengan belajar sejarah kita bisa menjadi manusia yang kritis. Zaman dulu Belanda memang kejam, mereka berburu daerah yang subur untuk diambil hasil buminya. Tetapi zaman semakin maju, penjajahan akan geografis akan musnah dengan sendirinya, para penjajah akan pulang kampung karena jarak yang jauh untuk pergi menjajah. Lihat Jepang yang merupakan negeri yang kuat di saat itu, mereka adalah salah satu Penjajah di negi ini, 3,5 thn. Tetapi lihat sekarang wilayah mereka tetap, mereka tidak berhasil memperluas wilayah geografis negara mereka.

Sejarah membuktikan yang ada sekarang adalah menjajah ekonomi. Emas di Papua setiap hari di ambil Amerika oleh FreePort nya. Pasir di Riau tiap hari di ambil oleh Singapura untuk membikin pulau baru. Kita adalah Negara yang bodoh, 350 thn kita makan ketela, gaplek. Maka otak kita tak jauh dari unsur gaplek tersebut.......sehingga jika ada orang Surabaya marah dia aka bilang.....kon gaplek'i.....

Saturday, February 20, 2010

LOKALISASI : 10 besar Google

Dibawah ini daftar pencarian Google dengan kata kunci pusat (LOKALISASI) peringkat no 10 besar di yang ada di halaman utama Google. Posisi kata kunci lokalisasi bisa berubah nantinya. Apa blog ini bisa berada di lokasi teratas sengan kata kunci lokalisasi ?.

Berikut ini 10 besar list lokalisasi:


Pelacuran Prostitusi Lokalisasi Dolly - Indonesia 2010
Pernahkah anda singgah ke Lokalisasi Dolly ? Kawasan Pelacuran Prostitusi terbesar se-Asia tenggara yang terletak di Surabaya ini menawarkan wisata malam ...
achiles-punyablog.blogspot.com/.../pelacuran-prostitusi-lokalisasi dolly

lokalisasi : LOKALISASI WTS
lokalisasi: LOKALISASI WTS. ... Informasi mengenai wanita di lokalisasi. ... Unsubscribe: lokalisasi-unsubscribe@yahoogroups.com ...
groups.yahoo.com/group/lokalisasi/

Funkshit | Lokalisasi IRC
4 Mar 2008 ... irc, chating, chanel, kencan, ml, lokalisasi online. ... Hal ini menurut saya malah lebih berbahaya daripada lokalisasi yang sesungguhnya. ...
funkshit.ariprasetyo.com/posts/83/Lokalisasi-IRC.html

Hasil penelusuran gambar untuk lokalisasi
- Laporkan gambarTerima kasih atas tanggapan Anda. Laporkan gambar lainLaporkan gambar yang menyinggung. BatalSelesai

Hasil video untuk lokalisasi
LOKALISASI DIRAZIA, PULUHAN PSK DITANGKAP
1 menit 5 detik - 28 Agu 2008
www.youtube.com

Lokalisasi Prostitusi di Semarang Digerebek
1 menit - 13 Mei 2009
www.youtube.com

Liputan Malam: Pengalaman Kunjungan ke Lokalisasi Dolly Surabaya dan Boker ...
10 Jun 2009 ... Bersebelahan dengan Dolly, namanya lokalisasi Jarak. ... Sedangkan kunjungan kedua, setelah di lokalisasi itu telah berdiri bangunan besar ...
dwikisetiyawan.wordpress.com/.../liputan-malam-pengalaman-kunjungan-ke-lokalisasi-dolly-dan-boker/

Hello Dolly! – In Praise of Lokalisasi
- [ Terjemahkan laman ini ]
The red light brothel district, or lokalisasi, of (Dolly in Surabaya).
www.indonesiamatters.com/1682/lokalisasi-dolly/

Apakah Strategi Lokalisasi Masih Mempan? | NavinoT
10 Feb 2009 ... Kalau bicara lokalisasi tentu lebih dalam ke detil lokasi, ... So saya berpikir strategi lokalisasi itu perlu, sangat perlu saya pikir… ...
www.navinot.com/.../apakah-strategi-lokalisasi-masih-mempan

Kategori:Lokalisasi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lokalisasi adalah istilah yang berkonotasi sebagai tempat penampungan wanita penghibur ... Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Lokalisasi" ...
id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Lokalisasi

Membebaskan Mimpi - Lokalisasi Seks atau Seks Eceran
Rajia atau penggerebekan atau bahkan penutupan lokalisasi misalnya, ... Dan inilah yang kemudian saya katakan sebagai lokalisasi seks atau lokalisasi PSK. ...
deniborin.multiply.com/journal/item/232

Liputan6 :: Lagi, Lokalisasi Dolly Dirazia
17 Mar 2010 ... Jajaran Polres Surabaya Selatan, Jatim kembali merazia sejumlah PSK di lokalisasi Dolly, Surabaya, Jatim. Puluhan pelacur dan pria hidung ...
buser.liputan6.com/berita/201003/.../Lagi.Lokalisasi.Dolly.Dirazia

ANTARA News: Lokalisasi Km 17 Balikpapan Segera Ditutup
1 Nov 2009 ... Lokalisasi Kilometer 17 di Balikpapan, Kalimantan Timur pada akhir tahun 2009 segera ditutup sehingga tidak bisa beroperasi lagi.
news.antara.co.id/.../lokalisasi-km-17-balikpapan-segera-ditutup

Wednesday, February 17, 2010

Video Dolly Surabaya

Setiap bulan ada saja yang mengetikkan kata "video dolly surabaya" ada 100-an orang tuh, 90% pasti dari area surabaya. Gak mungkin orang luar Surabaya sampai Iseng cari Video Dolly Surabaya. Dan lagi sekarang akses internet yang cepat untuk memutar video di internet yang cuma di Surabaya. Dan tentunya orang yang browsing video dolly/doly/doli surabaya ini mempunyai ikatan tertentu dengat tempat itu, wkkkkkk.

Untuk Video ini (video Dolly Surabaya) masih jarang yang upload. Oya, waktu nulis ini aku ingat waktu masih sekolah STM. Walaupun aku orang pinter dan pendiam (maaf agak narsis) aku punya teman akrab seorang anak Pemberani, jago tawuran di desanya. kebetulan lokasi desanya ada tempat Lokalisasi kecil (PSK-nya banyak yang udah tua-tua) wkkkkk, jadi mau pusing nih kalau nulis ginian. Ok ke cerita lagi. suatu ketika dia mengajak saya ke lokalisasi kelas teri tersebut di sebuah pinggir desa yang agak berbukit. Naik sepeda mengitari Lokalisasi, waduh......., padahal sebelumnya saya gak diberi tau mau diajak kemana. Aku juga baru kali ini ke Lokalisasi ini, meski sudah sering tau namanya. Saya kaget waktu di dalam area lokalisasi tersebut, angin dari gubuk remang-remang mengalir deras ke arahku. Saya berbisik, ayo cepat kayuh sepedanya, saya takut angin dari gubuk PSK itu membawa virus Aids dan mengenaiku.

Akhirnya pikiranku lega, waktu keluar area tempat Lokalisasi yang di bukit itu jalan menurun. Sepeda bisa lari kencang. Setelah tiba di rumah temanku, aku segera minta pulang. Aku mau mandi, jangan-jangan angin yang di area lokalisasi tersebut mengandung "Virus Hiv Aids". Hiiiiii......
Itulah cerita tentangku di lokalisasi yang seram menurutku, apalagi yang aku lewati tadi di tempat yang kelas teri, para PSK banyak yang tua, hiii.........

Ada apa ini, sudah tua kok jadi PSK/WTS. Bulu kudukku merinding. Ada rasa bingung, kok bisa ya..? seorang yang 40-45 thn ada yang jadi PSK. Saya teringat sabda Nabi:
1. Ada seorang sahabat yang mau menikah dengan janda, kemudian Nabi berkata "kenapa tidak kau kawini perawan saja? mereka lebih rapat, harum dan hangat cintanya".
2. Ada seorang yang datang pada Nabi dan berkata " Ya Nabi, saya ingin berzina". Lalu Nabi bersabda, maukah kamu seseorang berzina dengan ibumu, maukah kamu seseorang berzina dengan saudara perempuanmu?. Akhirnya lelaki itu sadar, dan akhirnya menurut riwayat, tidak ada yang paling di benci oleh lelaki itu melebihi berzina.

Semoga hadits di atas membuat kita lebih memilih gadis waktu menikah, gadis lebih menerima apa adanya. Gadis lebih rapat dan hangat cintanya. Kemudian yang kedua jika kita mau berangkat ke Lokalisasi, maka seharusnya kita berpikir, kita akan berzina dengan wanita. Apa kita ingin Ibu kita berzina, adik wanita kita berzina, bibi kita berzina...????

Saya jadi teringat ucapan Cak Nun/Emha Ainun Najib. "Seharusnya orang tua itu curiga jika anak gadisnya pulang larut malam, apa dia masih perawan atau tidak?". Ya, sekarang orang tua tidak perduli anak gadisnya pulang malam. Padahal pulang malam kalau tidak ada keperluan wajib adalah hal yang tabu bagi gadis.

Oke kembali ke awal mencari (Video Dolly Surabaya) silahkan cari di halaman berikut blog ini. Silahkan tinggalkan komentar di blog ini. Blog dolly-surabaya.blogspot.com, blog yang mengajak kepada hidup normal, punya anak, punya cucu yang bangga akan kita, bukan sebaliknya, anak atau cucu yang malu punya orang tua alumni Dolly.

PSK Surabaya, PSK Dolly dan pemburu Seks Surabaya

Dalam benak saya, saya ingin mengajak para PSK Surabaya, PSK Dolly, penghuni Doli Surabaya, pemburu seks surabaya untuk mengunjungi blog ini, berdiskusi, tanya jawab atau yang mau taubat silahkan komentar disini. Tapi apa PSK dolly punya laptop dan modem ya...? buat akses blog ini. Atau mereka tidak sempat membuka internet untuk browsing/surfing tentang kehidupan mereka yang dipaparkan di seantero jagat oleh Google.

Kalau para PSK Surabaya, PSK Dolly dan pemburu Seks Surabaya gak bisa internetan, lalu siapa yang akan masuk blog ini. Hehehe, ayo...anda yang baca di titik ini "ketangkap basah" sedang berburu. OK silahkan baca-baca isi blog ini, saya berdoa para PSK juga punya laptop sehingga bisa mengisi Blog ini yang miskin komentar. Jika para PSK punya fasilitas Internet gratis, maka semoga mereka bisa menemukan Jodoh dari blog ini. Ya, karena blog ini bisa menjadi ajang pertemuan antara "PSK Surabaya, PSK Dolly, Hidung Belang Seks Surabaya atau waria surabaya".


Setelah masuk blog ini semoga postinganya di ingat-ingat sampai beberapa hari, karena ilmu yang tidak diingat-ingat beberapa hari, ilmu itu akan hilang. Saya juga berpikir, apa pejabat juga bisa kesasar di blog ini, jika iya, mereka mencari dalam hal apa..? penelitian, atau membuat program kerja untuk mengarahkan ke kebaikan, atau untuk "olahraga".


Kenapa saya membuat Blog ini, ya karena saya yakin akan tiba zaman keemasan. Zaman semua orang akan serba berkecukupan, mereka kaya semua, tidak ada yang kekurangan. Sedekah tidak ada yang menerima lagi, karena mereka sudah cukup. Lalu Dolly Surabaya akan tutup, karena para WTS/PSK Surabaya sudah mendapat suami yang baik dan mencukupi semua kebutuhan keluarganya. Kemudian pada hidung belang yang biasa merasakan manisnya wanita di Lokalisasi tiba-tiba bertaubat karena menemukan jodoh yang membimbingnya, jodoh yang menyadarkanya, jodoh yang membuatnya berkerja lebih giat untuk hidup bersama.


Apa ini bisa terjadi, saya jawab bisa. Pokok masalah sekarang adalah 90% uang di dunia ini di pegang orang kaya, disimpan dalam bank, di jadikan investasi, dijadikan pabrik dijadikan lapangan golf, dijadikan rumah, kebun dll. Lalu uang yang tinggal 10 % itu milik rakyat bersama. Suatu hal yang fantastis. Maka, jika hal ini di rubah, maka tidak ada orang yang miskin lagi. Perputaran uang tidak lagi di orang kaya saja, tetapi si miskin mendapat hak dari uang orang kaya itu. Jadi jika perputaran uang merata. Maka tidak ada ketakutan kekurangan uang, makan, harta, dan buah atau ketakutan perampokan. Gimana mau ngrampok, wong perampok hidupnya sudah cukup dan orang kaya juga taubat gak lagi tertalu kaya. Semua harta dibagi merata.


Saya jadi teringat kisah Nabi, Beliau tidak dapat tidur jika masih ada sekantong dirham di rumahnya. Maka beliau akan keluar mebawa harta itu dan membagikannya pada orang miskin yang Beliau temui, lalu beliau pulang dan tidur. Maka sewaktu meninggal yang tertinggal di rumahnya hanya beberapa dirham, perkakas dapur dan tempat air. Padahal beliau adalah Pemimpin pemerintahan, hakim jika ada masalah, jendral jika berangkat perang, pelindung jika ada yang mengadu, pemberi makan jika ada yang mengadu lapar, Ahli sujud dikala 1/3 malam saat orang terlelap.


Lho kok jadi kesini arah pembicaraanya.........zzzzzzzz.

Foto Dolly Surabaya

Penasaran ada di benak kepala, bagaimana kehidupan di Lokalisasi Dolly/Doli Surabaya. Maka cukup dengan "foto Dolly Surabaya" yang ada di internet sudah cukup mewakili. Foto-foto Dolly yang ada di Internet berasal dari berbagai sumber antara lain wartawan dan orang iseng yang sempat memfotonya. Dan tentunya saya bingung juga siapa sih yang iseng mengetikkan kata foto dolly surabaya di google. Apa mereka ini iseng atau ingin nekat mau terjun ke Dolly, wkkkkkkkkk. Siap-siap saja kena penyakit "raja singa".

Di Blog ini banyak foto lokasi Dolly/doly Surabaya jadi gak perlu kawatir. Tapi sebelumnya saya mau cerita tentang Teman yang waktu STM pernah KKN/PKL di bengkel Las Surabaya. Ada 5 teman saya sekolah yang praktek/magang di bengkel Las Surabaya tersebut. Selama 3 bulan tentunya mereka tidur di lokasi mess bengkel itu. Dan tidurnya, kamar mandinya campur juga sama karyawan bengkel yang ada 3. Ketika mandi, ada hal yang mengejutkan, ternyata salah satu karyawan bengkel ada yang kena "penyakit raja singa, yaitu keluar nanah dari penis". Suatu yang membuat teman-teman saya terkejut. Ya karena tidur bersama, kamar mandi bersama, kadang handuk pun saling pinjam. Wah....ini menakutkan, handuk kok saling pinjam, sama pengindap penyakit RAJA SINGA, benar-benar mengerikan.

Lalu saya tanya temanku, kenapa kok karyawan itu bisa kena penyakit "raja singa/nanah keluar dari penis". Ternyata karyawan bengkel las itu suka jajan "WTS/PSK di Surabaya". Dia masih bujang, uang habis terus merokok, makan dan untuk jajan. Tetapi dilubuk hatinya dia ketakutan akan "penyakit raja singa itu", apa akan bertambah parah. Kalau bertambah parah, bagaimana hidupnya, bagaimana masa depanya, apa dia perlu istri, atau dia membujang saja agar tak menularkanya pada istri dan anak/janin nya nanti.

Surabaya memang kota panas, penuh sesak, macet, polusi, egoisme, hanya berburu uang. Pantas jika seorang karyawan/buruh di surabaya jika tak kuat iman dia akan terjerumus ke dunia gelap. Tak ada tempat berteduh yang rindang bagi seorang karyawan. Mereka dipaksa memenuhi target bengkel/perusahaan. Mereka harus menghasilkan sesuatu setiap harinya, mereka diperah.....ooooh, apakah ini yang membuat otak pekerja rendah di surabaya mengalami kebuntuan, sehingga pelarianya ke lokalisasi surabaya yang penuh virus, penuh nanah, penuh tangis, penuh birahi para germo yang memerah WTS Surabaya untuk mengumpulkan target uang setoran.
Saya jadi teringat sabda Nabi :
1. Sebaik-baik ibadah adalah mengajari seseorang bekerja.

2. Berikanlah upah kepada buruh sebelum keringatnya mengering.
3. Kawinkanlah budakmu jika mereka menginginkan untuk menikah.

Maka diantara 3 itulah yang tidak dilaksanakan para Pejabat Pemerintah. Pejabat enggan membuat lapangan kerja, pejabat enggan melindungi gaji buruh yang terlalu kecil. Para Bos Surabaya enggan menikahkan karyawanya. Dan lagi nikah sekarang lebih sulit di banding dahulu. Nikah sekarang pakai biaya, pakai bayar. Inilah yang membuat para pekerja/buruh di surabaya dan sekitarnya kebingungan.


Ehm..., sampai disini dulu, Untuk (foto dolly-doli surabaya) silahkan cari di halaman berikut Blog ini. Dalam memandang foto itu, niatkan dalam hati untuk membantu wanita yang terjebak dalam dunia gelap "Dolly Surabaya". Entah saya jadi ingat ucapan Cak Nun/Emha Ainun Najib yang mengatakan " menikahi seorang yang terjebak ke dunia prostitusi sama dengan mengangkat jiwa seseorang dari neraka ke surga". Ya benar, karena ada juga Wanita Tuna Susila/PSK yang dalam hatinya menangis, meski pada saat itu lelaki hidung belang sedang merasakan manisnya. Hati mereka tidak menyetujui prostitusi, tetapi mereka terjebak......................Ya..Allah.......dengarlah jeritan dalam hati mereka. Semoga ada lelaki hidung belang yang membaca kisah ini, bertaubat dan menikahi WTS/PSK untuk hidup normal, sebelum virus/bakteri Aids menggerogotinya.

Tuesday, February 2, 2010

Lokalisasi Dolly Surabaya Dirazia

Untuk mengendalikan Jumlah PSK/WTS/Pelacur di Dolly/Doly/Doli Surabaya pemerintah melakukan kegiatan razia ini.

SURABAYA(Pos KOta)- Baru saja buka, wisma-wisma di lokalisasi Dolly (Doly Doli) langsung dirazia, Jumat (25/9)dinihari. Razia dilakukan aparat gabungan Satpol PP Kecamatan Sawahan, Linmas, dan petugas Polsek Sawahan.

Tentu saja kedatangan puluhan petugas ini membuat sejumlah pemilik wisma terkejut.Tak hanya itu, PSK yang sedang duduk di sofa juga berhamburan masuk ke kamarnya masing-masing. Tapi setelah dijelaskan bahwa kedatangan petugas hanya untuk mendata identitas PSK, barulah pemilik wisma dan PSK menerima kedatangan petugas.

Pelacur ini lalu menyerahkan identitasnya berupa KTP. Selanjutnya petugas membawa KTP tersebut ke RW 06 Kelurahan Putat Jaya untuk didata.

Tak mudah bagi petugas untuk mendapatkan KTP PSK. Pasalnya beberapa PSK masih mudik di kampung halamannya. Selain itu para PSK ini banyak yang sudah dibooking pria hidung belang.
“Wah semua anak saya sedang dibooking, Pak. Mungkin nanti saja tak suruh nyerahkan KTP,” kata Rudi, salah satu penjaga wisma Madonna.

Mendengar perkataan pemilik wisma ini, petugas meminta agar kegiatan seks dihentikan dulu. “Dicabut dulu. Nanti dilanjutkan lagi. Sekarang juga saya minta KTP PSK itu. Biar cepat selesai,” tegas Sumantri, petugas Satpol PP Kecamatan Sawahan ini.

Ketegasan petugas membuat pemilik wisma keder. Mereka lalu mengetuk pintu kamar yang digunakan PSK.Tak lama satu per satu pintu kamar terbuka dan terlihat PSK hanya memakai baju seadanya.

Dinihari itu, banyak PSK yang dibooking. Akibatnya kedatangan petugas ini membuat tamu panik. “Ada operasi apa ini, Mas. Apa tamu juga dimintai KTP, soalnya saya gak bawa KTP,” kata Antonius, asal NTT.

Seusai mendapatkan KTP PSK, petugas membawanya ke pos RW VI. Petugas menginginkan agar para PSK mengambil sendiri KTP-nya.
Tak lama, ruangan balai RW VI penuh dengan para PSK. Sebagian besar dari mereka hanya memakai celana pendek yang memperlihatkan paha mulusnya.

Tapi sebelum mendapatkan KTP-nya, PSK ini harus mendengarkan wejangan dari Kapolsek Sawahan AKP Khoirul Anam, Camat Sawahan dan tokoh masyarakat Dolly.

Momentum berkumpulnya PSK ini dimanfaatkan Kapolsek Sawahan untuk mengecek apakah ada trafficking atau tidak. “Apa ada yang masih berusia dibawah 17 tahun atau 18 tahun?” tanya Khoirul Anam.
Pertanyaan ini dijawab serentak oleh para PSK. “Tidak ada Pak,” teriak PSK. Jawaban ini membuat senang Khoirul yang tak ingin ada kasus trafficking di lokalisasi Dolly.(nurqomar/B)

Puasa, Lokalisasi Dolly Tutup

Entah aku bingung melihat judul post ini "Puasa, lokalisasi Dolly Tutup". Aku pernah berdebat dengan anak Bali antara Islam dan Hindu dalam hal maksiat, yaitu kalau di Bali kan banyak turis telanjang, apa Agama Hindu mengizinkan?. Lalu dia balik bertanya, lha di Surabaya aja yang Islam kok Ada "Lokalisasi Dolly" apa Islam mengizinkan ?.

SURABAYA(Pos Kota)- Suasana lokalisasi Dolly di malam bulan Ramadhan, terlihat sepi. Sejumlah wisma dan tempat hiburan terlihat tutup. Suasana ini tentu saja tak seperti malam-malam biasanya.

Dari pengamatan Pos Kota semalam, sejumlah wisma baik di lokalisasi Dolly dan Jarak memang terlihat tutup. Tampak di depan pintu atau kaca wisma tertempel pengumuman wisma dan tempat hiburan tutup selama bulan Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri.

“Iya Mas. Malam ini kita tutup sampai setelah hari raya. PSK sudah pulang semua ke kampung halamannya masing-masing,” kata Susilo, warga sekitar yang juga berprofesi sebagai makelar salah satu wisma ini.
Suasana lokalisasi Dolly memang sepi. Suara dentuman musik dangdut memang masih terdengar, tetapi bukan dari dalam wisma atau tempat hiburan, melainkan dari penjual VCD di sekitar lokalisasi.
Bahkan sejumlah gang ditutup dan dipergunakan warga sekitar untuk menunaikan Salat Tarawih berjamaah.

Tutupnya lokalisasi Dolly dan Jarak ini tentu saja membuat sejumlah lelaki yang ingin melampiaskan nafsu birahinya tak kesampaian. Meski telah diberi pengumuman bahwa wisma tutup, terlihat sejumlah lelaki berusaha mencari wisma yang nekat buka.
Namun usaha lelaki tersebut tak membuahkan hasil. Semua wisma terlihat tutup dan mematikan lampunya.

(nurqomar/sir)

Rhoma Ajak PSK Dolly Surabaya Taubat

Istighasah Akbar di PEMKOT kemarin berjalan meriah dengan hadirnya raja Dangdut Rhoma Irama.

Perjuangan bang Rhoma ini semoga ada kelanjutanya, yaitu perhatian terhadap nasib para PSK, yaitu mengajak mereka menemukan kembali ketenangan dengan cara taubat, Dan antusiasme PSK/WTS Dolly Surabaya pun cukup bagus.

Sosok Raja Dangdut Rhoma Irama benarbenar memiliki kharisma luar biasa.Kehadirannya di Balai Kota Surabaya kemarin, disambut antusiasme ratusan pekerja seks komersial (PSK) Surabaya.

Begitu panitia memastikan jika legenda hidup musik dangdut ini hadir pada acara istighasah akbar yang digelar Pemkot Surabaya, para wanita harapan ini tak beranjak sedikit pun dari tempat duduknya. Lebih dari empat jam para PSK ini duduk untuk menunggu bintang idolanya tersebut.

Terik matahari dan balutan kerudung yang sebelumnya tidak pernah mereka kenakan pun tetap setia diikatkan pada kepalanya. “Kapan lagi bisa melihat bang haji langsung,kalau tidak pada acara seperti ini,”kata Sulis, PSK asal Dolly Surabaya kemarin. Bagaimana tidak, sesuai jadwal, Rhoma Irama sedianya akan hadir di tengah-tengah acara istighasah pada pukul 09.00 WIB.

Namun lantaran pesawat yang ditumpangi dari Jakarta terlambat, ayah penyanyi Ridho Rhoma ini baru datang sekitar pukul 12.00 WIB. Sulis mengakui sejatinya enggan untuk datang pada acara istighasah kemarin. Namun berhubung yang datang adalah Rhoma Irama,maka dia pun menyempatkan diri untuk hadir.

Sekalipun Sulis harus mengenakan busana layaknya pakaian khas pengajian. Pengakuan sama juga dilontarkan sejumlah PSK lainnya.Mereka mengaku betah bertahan mengikuti acara istighasah tersebut lantaran ada Rhoma Irama. Rasa panas dan gerah tubuh pun terobati ketika Rhoma naik ke panggung.

Begitu tausiyah bersama dendang dangdut mengalun,para PSK ini tersenyum simpul.Namun suasana sontak berubah ketika lagu ‘Menuggumu’ dilantunkan. Sebanyak 4.000 PSK yang hadir tiba-tiba histeris.Mereka memanggil nama Rohma Irama berkali-kali.“Bang haji,bang haji,”teriaknya Tak berapa lama mereka pun bersenandung bersama mengikuti alunan musik dangdut.

Walau demikian,sebagian PSK juga masih bisa terlihat khusyuk. Bahkan ketika Qorik nasional Maria Ulfa melantunkan ayat-ayat Alquran, beberapa PSK menitikkan air mata. Ada gurat penyesalan terlihat dari wajah mereka. “Kalau ikut acara seperti ini, saya jadi ingat masa kecil di desa dulu.

Saat itu saya masih rajin mengaji. Tetapi sekarang saya menjadi seperti ini.Ya mudah-mudahan Allah mengampuni,”tutur salah seorang PSK asal Moroseneng kemarin. Sementara itu kepada para PSK, Rhoma berpesan untuk sedikit demi sedikit meninggalkan perbuatan maksiat tersebut. Sebab apapun alasannya, penghasilan atas jerih payah tersebut tetap haram untuk dimakan.

“Sesuatu yang dihasilkan dari barang yang tidak halal, maka hasilnya juga tidak halal. Maka marilah sedikit demi sedikit ini ditinggalkan,”serunya. Terpisah,Wakil Wali Kota Arif Afandi mengaku gembira dengan kegiatan keagamaan yang melibatkan para PSK tersebut.

Sebab dengan begitu minimal mereka bisa mengurangi aktivitas maksiatnya. Kalau sehari mereka istighasah, berarti sehari tidak maksiat.Tentunya hal ini juga harus ditingkatkan lagi,pungkasnya.

(Sumber:seputar Indonesia/ihya’ ulumuddin)

(foto:whatzup)

2 Pria Tewas Dipelukan PSK Dolly di Surabaya !

Hati hati bagi para hidung belang sebelum mau ke Lokasi PSK Dolly di Surabaya, cerita tewasnya 2 lelaki di Dolly ini bisa di jadikan contoh. wkkkk... mati di pelukan PSK Dolly adalah hal yang bisa membuat lelaki terkenal, entah terkenal karena apa ??. Memang Surabaya adalah Kota yang padat, sesak, panas...sehingga menjadikan manusia Surabaya juga banyak yang bersifat begitu..!
Berikut cerita "PSK Dolly Surabaya" yang memilukan..!

Rasanya sangat miris mendengarnya, bagaimana tidak dalam hari yang sama di kota yang sama 2 petualang kenikmatan dunia malam harus meregang nyawanya di pelukan PSK sebutan populer wanita yang menjajakan tubuhnya dengan kalimat agak lebih halus yaitu pramunikmat.

lokalisasi surabaya Disaat dibeberapa kota lainnya banyak lokalisasi tutup, namun di kota Surabaya hingga saat ini masih beroperasi 5 lokalisasi yang mana salah satunya sudah melegenda dan sangat populer di kalangan pemuja syahwat yaitu Lokalisasi Dolly Surabaya dimana menurut beberapa orang dibanggakan sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, punya tempat beginian kok bangga.

Kembali ke masalah tewasnya 2 pria pada hari Minggu kemarin, yang pertama adalah seorang pemuda yang ditemukan tewas di cafe GJack yang terletak di kawasan lokalisasi Moro Seneng. Diketahui korban bernama M. Sholeh (49) warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng, Gresik. Setelah tiba di lokalisasi di kawasan barat kota Surabaya tersebut Sholeh langsung pesan 4 pitcher bir dan membooking 2 purel cafe untuk menemaninya.

Setelah meminum bir yang dipesannya tadi Sholeh yang sudah menjelang senja usianya terkulai lemas dan membuat panik 2 wanita penghibur yang menemaninya, hingga akhirnya ajalpun tiba baginya di tempat kawasan merah tersebut. Akhirnya Mayat Sholeh di otopsi di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Sutomo, Surabaya untuk diketahui secara pasti penyebab kematiannya.

Lalu korban kedua di hari Minggu naas bagi mereka tersebut adalah seorang kakek, Astaga mengelus dada mendengarnya. Disaat usia-usia diambang senja sungguh tragis harus mengakhiri hidup di tempat maksiat, namun inilah yang terjadi. Menurut beritajatim.com yang dikutip ruang hati menyebutkan, korban adalah kakek Sanusi yang berusia 63 tahun akhirnya menjemput ajal disebuah gubuk kecil (Prostitusi Pinggir Sungai) di daerah Dinoyo.

Diduga keras, sang kakek yang beralamat di kawasan Semolowaru tersebut kambuh penyakit jantungnya setelah usai 1 ronde permainan dengan PSK yang praktek di kawasan tersebut yang diketahui bernama Yuli. Bermula sang kakek yang membooking Yuli untuk satu kali permainan yaitu Rp 25 .000.- dan meminjam tempat di gubuk Mbok Sukanah. Setelah pacu memacu birahi tuntas satu ronde sang kakek terkulai lemas, spontan membuat Yuli panik, dan akhirnya kasus ini ditangani oleh Polsek Tegalsari.

Walah kok ya dihari yang sama ya kejadiannya, apa Malaikat pencabut nyawa gemes melihatnya atau apa? Hanya Tuhan Yang Mengetahui Segalanya, Duh mumpung masih diberi cukup usia mari menyudahi maksiat dan membangun kebaikan walau bermula dari hal kecil dari diri sendiri.

PSK Dolly Surabaya

SURABAYA – Ini kabar buruk bagi lelaki hidung belang, ops, sorry! yang suka mengunjungi kampung seks komersial Dolly Surabaya (PSK DOLLY SURABAYA). Kabar terbaru menyebutkan dari 1.400 Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu, 10 persennya sudah terjangkiti virus HIV/AIDS. Artinya bagi anda yang suka jajan emek-emek di kawasan ini mesti pikir seribu kali untuk kembali menumpahkan hasrat biologis anda disana. Atau bila anda pernah berkunjung dan melakukan aktifitas seks di lokasi ini maka dipastikan, 10 persen kemungkinannya anda telah berpotensi mengidap hiv/aids. Demikian informasi ini saya bagikan kepada anda, agar lebih hati-hati atau paling tidak pakailah kondom 10 lapis saat ngeseks di Dolly Surabaya. Informasi lengkapnya, seperti yang dilansir Okezone, berdasarkan keterangan dari petugas kesehatan Jawa Timur, menyebutkan dari 1.400 Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi terbesar di Asia Tenggara Dolly Surabaya, 10 persennya sudah terjangkiti virus HIV/AIDS. Artinya, saat ini ada sekira 140-an PSK di kawasan seks komersial itu yang sudah terjangkiti HIV/AIDS. Dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat lagi di tahun depan. Hal ini dikatakan Sri Hariyani Murti, petugas Dinas Kesehatan Provinsi Jatim di sela pembagian kondom dan obat gratis di wisma lokalisasi Dolly. “Jumlahnya memang cukup besar. Kami berusaha agar penyakit ini tidak terus tumbuh di lokalisasi ini,” katanya, Selasa (1/12/2009). Upaya yang sudah dilakukan Dinas Kesehatan untuk mencegah semakin banyaknya penderita HIV/AIDS di Surabaya yaitu mendorong kepada para PSK dan para germo agar mau secara rutin memeriksakan kesehatannya ke puskesmas. “Saya rajin untuk memeriksakan diri ke Puskesmas," kata Yuni seorang "PSK Dolly Surabaya" asal Banyuwangi kepada wartawan. Selain kesadaran untuk memeriksakan diri, para PSK ini juga diberi pemahaman bagaimana berhubungan seks yang aman dengan kondom. “Setiap menerima tamu, saya juga minta untuk memakai kondom,” pungkas Yuni. (padahal virus aids itu bisa menembus kondom) gak tau ya.... kalau "kondom itu bocor".
2 Tanggapan
NN, di/pada Desember 1st, 2009 pada 15:02
Dikatakan: r
Sikat dulu, resiko ntar baru dipikirkan!!
laidali, di/pada Desember 31st, 2009 pada 00:26
Dikatakan: r
Kenyataannya Bukan 10% tapi 50% para PSK terinfeksi HIV.