Showing posts with label lokalisasi dolly. Show all posts
Showing posts with label lokalisasi dolly. Show all posts

Thursday, March 31, 2011

SURABAYA, TOURISM AND THE DOLLY

SURABAYA, TOURISM AND THE DOLLY:

SURABAYA (JP): A local councillor recently called Surabaya "The city of prostitutes", ahead of its 708th anniversary celebration on May 31.
This angered many. They protested loudly. The councillor was condemned and terrorized.
But with data showing that Surabaya's Dolly brothel complex the biggest red-light district in Southeast Asia, did he say something slanderous?

The councillor, Saleh Mukadar, a member of the East Java provincial council, was asked to make a public apology because of his remark.
The controversy continues until today. Several forums have been held on this issue.
The problem is that the city administration seems to enjoy the large revenue it receives from the presence of brothels in the city.

Some people say prostitution cannot be separated from the development of Surabaya.
Akhudiat, a playwright and poet, said pimps and their prostitutes were ""pioneers of change and development of a city"". They play important roles in establishing new settlements and villages in the city.

In Surabaya, prostitution was first concentrated in Kembang Jepun, now Surabaya's trading center and the heart of North Surabaya.
The prostitutes were then forced to move to the city outskirts like Tambaksari and Wonokromo in South Surabaya.

When Wonokromo was developed into a market and transportation center, the prostitutes were again forced to move, this time to Kembang Kuning, and then later to Jarak (known for its prostitution), Sememi, Moro Seneng, Tambak Asri and Kremil.

The brothels were repeatedly moved due to the development of these towns.
When brothels are set up at the new locations, the area usually rapidly turned busy. In many cases, mosques and Islamic schools were built in its surroundings, forcing the brothels to move to other places.

Many, including religious leaders, stood by councillor Saleh Mukadar.
""It's quite reasonable if Surabaya is dubbed as ""The city of prostitution,"" explained Khoirun Syuaib, a religious leader living in Kremil, one of the prostitution centers in Surabaya.
According to him, prostitutes in a brothel complex are easier to control than those operating along Surabaya's main thoroughfares like Jl. Sudirman, Jl. Tunjungan, Jl. Pemuda and Jl. Diponegoro.

Khoirun is one of the few people who are concerned about the education of the children of prostitutes living in brothels. About 20 years ago, he founded the Islamic school Roudhotul Khoir Bangunsari, which currently has 250 students, mostly children of prostitutes and pimps at the Kremil complex.

With the help of 11 teachers, the school opens in the evening so that it can be attended by other children who go to public schools in the morning.
Every Friday afternoon, Khoirun teaches the Koran and gives a brief lecture to some 125 prostitutes at the brothel complex.

""Some of them had decided to quit their profession. But they face problems as the society does not always welcome them,"" he said.
Another noted ulema, Ghozali Abdi, dedicates his time at the Jarak and Dolly complexes, and Muflihin does so in Moro Seneng.
Prostitution is also conducted outside the complexes, such as along the Kalimas river, the main river in Surabaya.

Here, the prostitutes solicit customers during the night.
Although the local public order officials have been moving brothels out of the city or netting street prostitutes, prostitutes can still be seen soliciting passers-by in the heart of the city such as at Ketabangkali and at the back of Delta Plaza in the heart of this city.

During a recent Cak & Ning (Mr and Miss) Surabaya competition, a member of the jury raised the question of promoting Surabaya as a city of prostitution to the contestants.
Of course, most of them opposed the idea.
""I would be ashamed to promote my city as a city of prostitution. I would rather not be Ning Surabaya, if my duty is to promote tourism in Surabaya this way,"" said one female contestant.

-- Sirikit Syah and Riyadi Ngasiran

Monday, March 8, 2010

Psk Dolly Surabaya Nyabu di Bui

Saya akan menanggapi PSK Surabaya yang nekat nyabu sehingga di bui. Maka akan saya utarakan bagaimana PSK Surabaya ini bisa nyabu, berapa % PSK Surabaya yang pakai shabu-shabu. Ok akan saya jelaskan. PSK menkonsumsi shabu-shabu (SS) mungkin banyak ya, apalagi yang super sibuk. Alasan PSK menkonsumsi SS adalah agar dia lupa ingatan sesaat alias fly, orang yang fly menjadi mati rasa. Menjadi enjoy selalu. Misal jika orang yg fly itu kita pukul, dia tidak merasakanya. Tapi inilah yg dilakunan para "PSK" itu. Dia melakukanya agar rasa gugup/takut atau was-was selama melayani lelaki mesum tsb.

Surabaya - Agar kuat melayani tamu, Cindy Elvira alias Iesa (34) pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Dolly menkonsumsi shabu-shabu (SS). Iesa yang baru empat bulan berada di lokalisasi terbesar di Surabaya itu menjadi primadona.

Hampir setiap malam dirinya dikerubuti pria hidung belang. Tak ingin 'pengemarnya' kabur, Iesa menggunakan berbagai cara. Salah satunya dengan mengisap barang terlarang.

Namun, usaha Iesa untuk memuaskan pelanggannya, membawa masalah bagi warga Perumahan Pondok Mutiara Lestari, Bekasi, Jakarta. Dia kemudian berurusan dengan polisi. Iesa dijebloskan ke sel Mapolsek Sawahan bersama rekan kerjanya di wisma tersebut, Robby Kristian (32) warga Putat Jaya Timur.

"Kedua tersangka kita tangkap karena memiliki dan menyimpan SS," kata Kapolsek Sawahan AKP Sih Widodo S kepada wartawan di mapolsek, Jalan Tidar, Minggu (17/1/2010).

AKP Sih Widodo mengatakan, penangkapan dua tersangka itu berawal dari informasi tentang pesta SS di sebuah wisma di lokalisasi terbesar se-Indonesia itu. Polisi kemudian bergerak dan menggerebek kamar Iesa di wisma tempatnya tinggal. Polisi mengamankan barang bukti handphone, seperangkat alat hisap, pipet, dan satu poket SS seberat 0,3 gram.

"Shabu itu didapat dari tersangka Tuwek. Sekarang kita masih mengembangkan kasus ini," ujarnya.

Sementara itu, Cindy Elvira alias Iesa mengaku bekerja sebagai PSK sejak Oktober 2009 lalu. Janda satu anak yang pernah bekerja di sebuah hotel sebagai house keeping di Bali. Tarifnya Rp 150 ribu per jam, Iesa menjadi primadona dan mulau melayani tamunya sejak pukul 19.00 WIB-03.00 WIB dini hari. Dalam semalam Iesa dapat melayani 5-6 tamu pria hidung belang.

"Saya memakai baru tiga kali ini mas. Saya memakai karena terpaksa untuk menghilangkan capek-capek. Biasanya jam 03.00 WIB kan sudah sepi, kalau ada tamu lagi saya mengkonsumsinya," tutur Iesa.

Iesa mengaku jika ingin mengkonsumsi bersama Robby yang bekerja sebagai makelar di wisma membelinya. Satu poket SS seharga Rp 200 ribu dan diisap berdua masing-masing 5 kali isap setiap poketnya. "Saya nggak dapat komisi. Saya hanya disuruh dan dikonsumsi bersama di kamarnya," ungkap Robby.
(roi/wln)

Saturday, February 20, 2010

LOKALISASI : 10 besar Google

Dibawah ini daftar pencarian Google dengan kata kunci pusat (LOKALISASI) peringkat no 10 besar di yang ada di halaman utama Google. Posisi kata kunci lokalisasi bisa berubah nantinya. Apa blog ini bisa berada di lokasi teratas sengan kata kunci lokalisasi ?.

Berikut ini 10 besar list lokalisasi:


Pelacuran Prostitusi Lokalisasi Dolly - Indonesia 2010
Pernahkah anda singgah ke Lokalisasi Dolly ? Kawasan Pelacuran Prostitusi terbesar se-Asia tenggara yang terletak di Surabaya ini menawarkan wisata malam ...
achiles-punyablog.blogspot.com/.../pelacuran-prostitusi-lokalisasi dolly

lokalisasi : LOKALISASI WTS
lokalisasi: LOKALISASI WTS. ... Informasi mengenai wanita di lokalisasi. ... Unsubscribe: lokalisasi-unsubscribe@yahoogroups.com ...
groups.yahoo.com/group/lokalisasi/

Funkshit | Lokalisasi IRC
4 Mar 2008 ... irc, chating, chanel, kencan, ml, lokalisasi online. ... Hal ini menurut saya malah lebih berbahaya daripada lokalisasi yang sesungguhnya. ...
funkshit.ariprasetyo.com/posts/83/Lokalisasi-IRC.html

Hasil penelusuran gambar untuk lokalisasi
- Laporkan gambarTerima kasih atas tanggapan Anda. Laporkan gambar lainLaporkan gambar yang menyinggung. BatalSelesai

Hasil video untuk lokalisasi
LOKALISASI DIRAZIA, PULUHAN PSK DITANGKAP
1 menit 5 detik - 28 Agu 2008
www.youtube.com

Lokalisasi Prostitusi di Semarang Digerebek
1 menit - 13 Mei 2009
www.youtube.com

Liputan Malam: Pengalaman Kunjungan ke Lokalisasi Dolly Surabaya dan Boker ...
10 Jun 2009 ... Bersebelahan dengan Dolly, namanya lokalisasi Jarak. ... Sedangkan kunjungan kedua, setelah di lokalisasi itu telah berdiri bangunan besar ...
dwikisetiyawan.wordpress.com/.../liputan-malam-pengalaman-kunjungan-ke-lokalisasi-dolly-dan-boker/

Hello Dolly! – In Praise of Lokalisasi
- [ Terjemahkan laman ini ]
The red light brothel district, or lokalisasi, of (Dolly in Surabaya).
www.indonesiamatters.com/1682/lokalisasi-dolly/

Apakah Strategi Lokalisasi Masih Mempan? | NavinoT
10 Feb 2009 ... Kalau bicara lokalisasi tentu lebih dalam ke detil lokasi, ... So saya berpikir strategi lokalisasi itu perlu, sangat perlu saya pikir… ...
www.navinot.com/.../apakah-strategi-lokalisasi-masih-mempan

Kategori:Lokalisasi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lokalisasi adalah istilah yang berkonotasi sebagai tempat penampungan wanita penghibur ... Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Lokalisasi" ...
id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Lokalisasi

Membebaskan Mimpi - Lokalisasi Seks atau Seks Eceran
Rajia atau penggerebekan atau bahkan penutupan lokalisasi misalnya, ... Dan inilah yang kemudian saya katakan sebagai lokalisasi seks atau lokalisasi PSK. ...
deniborin.multiply.com/journal/item/232

Liputan6 :: Lagi, Lokalisasi Dolly Dirazia
17 Mar 2010 ... Jajaran Polres Surabaya Selatan, Jatim kembali merazia sejumlah PSK di lokalisasi Dolly, Surabaya, Jatim. Puluhan pelacur dan pria hidung ...
buser.liputan6.com/berita/201003/.../Lagi.Lokalisasi.Dolly.Dirazia

ANTARA News: Lokalisasi Km 17 Balikpapan Segera Ditutup
1 Nov 2009 ... Lokalisasi Kilometer 17 di Balikpapan, Kalimantan Timur pada akhir tahun 2009 segera ditutup sehingga tidak bisa beroperasi lagi.
news.antara.co.id/.../lokalisasi-km-17-balikpapan-segera-ditutup

Tuesday, February 2, 2010

Lokalisasi Dolly Surabaya Dirazia

Untuk mengendalikan Jumlah PSK/WTS/Pelacur di Dolly/Doly/Doli Surabaya pemerintah melakukan kegiatan razia ini.

SURABAYA(Pos KOta)- Baru saja buka, wisma-wisma di lokalisasi Dolly (Doly Doli) langsung dirazia, Jumat (25/9)dinihari. Razia dilakukan aparat gabungan Satpol PP Kecamatan Sawahan, Linmas, dan petugas Polsek Sawahan.

Tentu saja kedatangan puluhan petugas ini membuat sejumlah pemilik wisma terkejut.Tak hanya itu, PSK yang sedang duduk di sofa juga berhamburan masuk ke kamarnya masing-masing. Tapi setelah dijelaskan bahwa kedatangan petugas hanya untuk mendata identitas PSK, barulah pemilik wisma dan PSK menerima kedatangan petugas.

Pelacur ini lalu menyerahkan identitasnya berupa KTP. Selanjutnya petugas membawa KTP tersebut ke RW 06 Kelurahan Putat Jaya untuk didata.

Tak mudah bagi petugas untuk mendapatkan KTP PSK. Pasalnya beberapa PSK masih mudik di kampung halamannya. Selain itu para PSK ini banyak yang sudah dibooking pria hidung belang.
“Wah semua anak saya sedang dibooking, Pak. Mungkin nanti saja tak suruh nyerahkan KTP,” kata Rudi, salah satu penjaga wisma Madonna.

Mendengar perkataan pemilik wisma ini, petugas meminta agar kegiatan seks dihentikan dulu. “Dicabut dulu. Nanti dilanjutkan lagi. Sekarang juga saya minta KTP PSK itu. Biar cepat selesai,” tegas Sumantri, petugas Satpol PP Kecamatan Sawahan ini.

Ketegasan petugas membuat pemilik wisma keder. Mereka lalu mengetuk pintu kamar yang digunakan PSK.Tak lama satu per satu pintu kamar terbuka dan terlihat PSK hanya memakai baju seadanya.

Dinihari itu, banyak PSK yang dibooking. Akibatnya kedatangan petugas ini membuat tamu panik. “Ada operasi apa ini, Mas. Apa tamu juga dimintai KTP, soalnya saya gak bawa KTP,” kata Antonius, asal NTT.

Seusai mendapatkan KTP PSK, petugas membawanya ke pos RW VI. Petugas menginginkan agar para PSK mengambil sendiri KTP-nya.
Tak lama, ruangan balai RW VI penuh dengan para PSK. Sebagian besar dari mereka hanya memakai celana pendek yang memperlihatkan paha mulusnya.

Tapi sebelum mendapatkan KTP-nya, PSK ini harus mendengarkan wejangan dari Kapolsek Sawahan AKP Khoirul Anam, Camat Sawahan dan tokoh masyarakat Dolly.

Momentum berkumpulnya PSK ini dimanfaatkan Kapolsek Sawahan untuk mengecek apakah ada trafficking atau tidak. “Apa ada yang masih berusia dibawah 17 tahun atau 18 tahun?” tanya Khoirul Anam.
Pertanyaan ini dijawab serentak oleh para PSK. “Tidak ada Pak,” teriak PSK. Jawaban ini membuat senang Khoirul yang tak ingin ada kasus trafficking di lokalisasi Dolly.(nurqomar/B)

Puasa, Lokalisasi Dolly Tutup

Entah aku bingung melihat judul post ini "Puasa, lokalisasi Dolly Tutup". Aku pernah berdebat dengan anak Bali antara Islam dan Hindu dalam hal maksiat, yaitu kalau di Bali kan banyak turis telanjang, apa Agama Hindu mengizinkan?. Lalu dia balik bertanya, lha di Surabaya aja yang Islam kok Ada "Lokalisasi Dolly" apa Islam mengizinkan ?.

SURABAYA(Pos Kota)- Suasana lokalisasi Dolly di malam bulan Ramadhan, terlihat sepi. Sejumlah wisma dan tempat hiburan terlihat tutup. Suasana ini tentu saja tak seperti malam-malam biasanya.

Dari pengamatan Pos Kota semalam, sejumlah wisma baik di lokalisasi Dolly dan Jarak memang terlihat tutup. Tampak di depan pintu atau kaca wisma tertempel pengumuman wisma dan tempat hiburan tutup selama bulan Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri.

“Iya Mas. Malam ini kita tutup sampai setelah hari raya. PSK sudah pulang semua ke kampung halamannya masing-masing,” kata Susilo, warga sekitar yang juga berprofesi sebagai makelar salah satu wisma ini.
Suasana lokalisasi Dolly memang sepi. Suara dentuman musik dangdut memang masih terdengar, tetapi bukan dari dalam wisma atau tempat hiburan, melainkan dari penjual VCD di sekitar lokalisasi.
Bahkan sejumlah gang ditutup dan dipergunakan warga sekitar untuk menunaikan Salat Tarawih berjamaah.

Tutupnya lokalisasi Dolly dan Jarak ini tentu saja membuat sejumlah lelaki yang ingin melampiaskan nafsu birahinya tak kesampaian. Meski telah diberi pengumuman bahwa wisma tutup, terlihat sejumlah lelaki berusaha mencari wisma yang nekat buka.
Namun usaha lelaki tersebut tak membuahkan hasil. Semua wisma terlihat tutup dan mematikan lampunya.

(nurqomar/sir)